Jomblo Ngomongin Parenting – Sebuah Preambule

Suaminya belum ada, masa’ udah mikirin anak?

Lu kejauhan mikirnya, mending cari cara buat cari suami dulu deh.

.

.

Demikian respon yang mungkin sangat wajar terdengar ketika seorang jomblo perawan seperti saya hendak berbicara tentang anak, pengasuhan alias parenting, atau semacamnya.

It’s supposed to be like that!

… isn’t it?

.

.

But, really, I’m sorry, I can’t.

Mungkin, inilah mengapa aku menyebut, mimpi itu takdir.

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda. Unik dan tak akan pernah sama, satu dengan yang lainnya. Kemudian, perjalanan hidup itu pula yang membentuk cara berpikir dan bahkan memunculkan mimpi atau cita-cita yang beragam.

Perjalanan hidupku selalu diisi oleh banyak hal yang memaksaku untuk bertanya dan berpikir tentang, bagaimana menjadi orang tua atau ibu yang baik. Pada akhirnya, aku tidak bisa lepas dari pertanyaan itu, seberapapun aku berbelok dan telah jauh melangkah.

Seandainya aku mengabaikan kegelisahan ini, justru yang ada, aku malah merasa seperti ignorant human yang tidak tahu diri dan terlarut dalam kebodohan. Rasanya seperti, kamu lapar dan kamu tahu kamu butuh makan, tapi kamu cuek aja. Akhirnya, apa yang terjadi? Kamu tetap saja lapar dan semakin lapar, atau bahkan malah sakit perut. Yap, kurang lebih seperti itu.

Tergantung jalan cerita yang membersamai hidupmu. Tergantung dari pengalaman yang menemani kita bertumbuh.

.

.

Seperti, panggilan hidup. Seperti, rangkaian alasan tentang mengapa aku lahir.

Jalan cerita kehidupanku yang sedemikian rupa itu seperti mengantarkan aku menuju ke dalam kotak misteri yang berisi kode dari Allah tentang mengapa Beliau mengikutsertakan aku menjadi bagian dari kehidupan ini.

Aku menyebutnya sebagai ikigai. Aku juga menyebutnya sebagai fitrah.

Tak peduli, walau aku masih jomblo, wkwk.

.

.

Di sini, aku menulis bukan dari pengalaman pribadi, bukan karena bidang keahlianku, atau bahkan hasil imaji halusinasiku.

Aku menulis sebagai pembelajar yang ingin tahu tentang bagaimana dan seperti apa orang tua yang hebat.

Advertisements